Rabu, 25 Juli 2018

7 BAHAYA SYIAH TERHADAP ISLAM

Hasil gambar untuk GAMBAR SYIAH

Syiah (شيعة) merupakan salah satu aliran dalam islam yang memiliki jumlah pengikut terbesar nomor dua setelah aliran sunni (ahlussunnah Wal jama’ah atau yang biasa disingkat ASWAJA). Dalam kenyataannya, kedua aliran tersebut memiliki kontroversi hubungan yang bermula sejak awal perpecahan di antara pengikut bani Umayyah dan pengikut Ali Bin Abi Thalib, baik secara politis maupun ideologisnya. Aliran ini timbul sebagai akibat dari ketidakpuasan sebagian kalangan terkait dengan kepemimpinan umat islam setelah Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam wafat. Menurut mereka, seharusnya penerus kepemimpinan umat islah pasca wafatnya Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam adalah keturunan Nabi, seperti Ali Bin Abi Thalib, dan bukan Umar Bin Khattab, Abu Bakar Ash- Shiddiq, serta Utsman Bin Affan.

Menurut bahasa, kata syi’ah bermakna sebagai golongan, pengikut, jama’ah, atau juga firqoh. Dan secara etimologi, syiah bermakna  sebagai pembela atau pengikut dari seseorang. Atau juga bisa diartikan sebagai suatu kaum atau golongan masyarakat yang berkumpul atas suatu masalah atau perkara. Sedangkan secara terminologi agama islam, syiah bermakna siapa saja yang menyatakan bahwa Ali Bin Abu Thalib yang merupakan sepupu sekaligus menantu dari Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam adalah orang yang paling utama dan yang berhak memimpin kaum muslim dibandingkan dengan sahabat Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam yang lainnya, demikian juga dengan anak cucunya.
Penganut aliran syi’ah disebut sebagai syi’i (شيعي) dan kaum sunni menyebut pengikut syi’ah sebagai rafidhah yang secara etimologi bahasa arab bermakna meninggalkan. Beberapa negara yang mayoritas penduduknya beragama islam seperti Indonesia dan Malaysia telah menyatakan bahwa syi’ah bukanlah islam, karena syi’ah tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran agama islam. Untuk mengenal ajaran ini lebih jauh, berikut ini ulasan singkatnya.

Hakikat Ajaran Syi’ah

Aliran Syi’ah juga biasa disebut dengan nama syi’ah Ali yang artinya pengikut atau pendukung Ali Bin Abi Thalib yang merupakan Khalifah keempat sejak wafatnya Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam. Itu artinya, ajaran tersebut telah ada sejak kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib. Akan tetapi yang cukup mengherankan adalah ajaran ini sifatnya tertutup, sehingga data-data yang berkenaan dengan ajaran syi’ah sangat sulit untuk didapatkan oleh beberapa pihak. Selain itu, agar ajaran syi’ah tersebut dapat lebih mudah diterima di hati masyarakat, para tokoh aliran lebih menyukai menyebarkan ajaran mereka dengan bertamengkan ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah.

Akidah yang dimiliki oleh pengikut aliran syi’ah telah dianggap menyimpang dan bertentangan dari ajaran islam dan merupakan  bahaya syiah , seperti :


1. Pengikut ajar syi’ah menganggap bahwa Al-Qur’an yang menjadi pegangan bagi kaum muslimin memiliki perbedaan dengan Al-Qur’an yang dimiliki oleh ahlul bait. Salah satu ahli hadist dari kalangan syiah yang bernama Muhammad bin Murtadha Al-Kasyi dalam Tafsir Ash-Shaafi, 1:33 menyatakan bahwa “Tidaklah tersisa bagi kami untuk berpegang pada satu ayat pun dari Alquran. Hal ini disebabkan setiap ayat telah terjadi pengubahan sehingga berlawanan dengan yang diturunkan Allah. Dan tidaklah tersisa dari Alquran satu ayat pun sebagai argumentasi. Maka tidak ada lagi faedahnya, dan faedah untuk menyuruh dan berwasiat untuk mengikuti dan berpegang dengan Alquran ….”

2. Aliran ini telah mengkafirkan para sahabat Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam, terutama Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar Bin Khattab radhiallahu ‘anhuma. Bahkan pengikut ajaran syiah melaknat kedua sahabat Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam tersebut di dalam do’a mereka. Berikut do’a kaum tersebut :
اللهم صل على محمد، وآل محمد، اللهم العن صنمي قريش، وجبتيهما، وطاغوتيهما، وإفكيهما، وابنتيهما، اللذين خالفا أمرك، وأنكروا وحيك، وجحدوا إنعامك، وعصيا رسولك، وقلبا دينك، وحرّفا كتابك
Artinya “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Allah, laknat bagi dua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar pen.), Jibt dan Thaghut, kawan-kawan, serta putra-putri mereka berdua. Mereka berdua telah membangkang perintah-Mu, mengingkari wahyu-Mu, menolak kenikmatan-Mu, mendurhakai Rasul-Mu, menjungkir-balikkan agama-Mu, merubah kitab-Mu…..dst.”
3. Aliran ini tidak mempergunakan riwayat Ahlusunnah yang menjadi referensi kedua setelah Al-Qur’an di dalam ajaran mereka. Akan tetapi ajaran ini memiliki sumber hadist mereka sendiri seperti al-kaafi, Man La Yahdhuruh Al-Faqih, Tahdzib Al-Ahkam, Al-Istibshar, dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan hadist Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam berikut :
أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن عبد حبشي فإنه من يعش منكم يرى اختلافا كثيرا وإياكم ومحدثات الأمور فإنها ضلالة فمن أدرك ذلك منكم فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ
Artinya “Aku nasihatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun (yang memerintah kalian) seorang budak Habsyi. Orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku nanti) akan menjumpai banyak perselisihan. Waspadailah hal-hal yang baru, karena semua itu adalah kesesatan. Barangsiapa yang menjumpainya, maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh kepada sunahku dan sunah Al-Khulafa Ar-Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah ia erat-erat dengan gigi geraham.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan lainnya)
4. Penganut aliran ini seringkali melakukan perbuatan yang melampaui batas terhadap imam-imam mereka. Bahkan mereka juga dapat menuhankan pemimpin mereka tersebut. Intinya adalah penganut ajaran syi’ah menganggap bahwa seorang imam memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari para Nabi (kecuali Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam). Hal ini sebagaimana tertera di dalam beberapa riwayat dalam Al- kaafi, seperti :
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ إِنَّ الْإِمَامَ إِذَا شَاءَ أَنْ يَعْلَمَ أُعْلِمَ
Artinya “Dari Abu Abdillah (‘alaihissalam), ia berkata, “Sesungguhnya seorang imam jika ia ingin mengetahui, maka ia akan mengetahui.” (Al-Kaafi, 1:258)
5. Syi’ah telah menganggap bahwa Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam telah gagal dalam membimbing umatnya, dan Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam dianggap telah menyembunyikan sebagian risalah yang diamanatkan kepadanya. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Nahju Khomaini hal. 46 yang menyatakan bahwa “Sungguh semua Nabi telah datang untuk menancapkan keadilan di dunia, akan tetapi mereka tidak berhasil. Bahkan termasuk Nabi Muhammad, penutup para Nabi, dimana beliau datang untuk memperbaiki umat manusia, menginginkan keadilan, dan mendidik manusa – tidak berhasil dalam hal itu….”
6. Mereka yang menjadi pengikut aliran syi’ah telah menganggap bahwa golongan ahlusunnah adalah kafir.
7. Cara beribadah pengikut ajaran syi’ah memiliki perbedaan yang cukup besar dengan kaum ahlusunnah. Adapun beberapa perbedaan tersebut di antaranya adalah :
  • Rukun islam bagi umat islam ada lima, yaitu Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dalam islam, dan Haji. Sedangkan rukun islam bagi pengikut syi’ah juga ada lima, yaitu Sholat, Puasa, Zakat, Haji, dan Wilayah.
  • Rukun Iman bagi umat islam ada enam, yaitu Iman Kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab-Kitab, Iman Kepada Para Rasul, Iman Kepada hari qiamat, dan Iman Kepada Qadha Qadar. Sedangkan rukun iman bagi pengikut syi’ah ada lima, yaitu Tauhid, Nubuwah (Kenabian), Imamah, Keadilan, dan al-Ma’ad (Qiamat).
  • Pengikut syi’ah tidak meyakini tentang keabsahan shalat jum’at.
  • Dalam menjalankan sholat, para pengikut syi’ah tidak mengakhiri sholat mereka dengan mengucapkan salam seperti sholat pada umumnya, akan tetapi mereka biasanya mengakhiri sholat dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.
  • Syi’ah tidak mengakui kebenaran tentang kewajiban shalat wajib lima waktu, akan tetapi hanya tiga waktu saja.
  • Dalam berdzikir, pengikut syi’ah tidaklah menyebut nama Allah SWT, akan tetapi yang mereka sebut-sebut adalah nama Husain, Fatimah, atau ahlu bait lainnya.
  • Pengikut ajaran syi’ah sangat jarang membaca Al- Qur’an, dan jika mereka melakukannya itu hanya sebagai bentuk kamuflase semata, karena sesungguhnya mereka tidak mempercayai Al- Qur’an. Bagi mereka Al- Qur’an yang benar adalah di tangan Al- Mahdi.
  • Pada saat berpuasa, pengikut ajaran syi’ah tidak akan segera berbuka puasa setelah mendengarkan adzan magrib. Mereka memiliki pandangan yang sama dengan kaum Yahudi yang berbuka puasa ketika bintang-bintang telah bermunculan di langit.

5 SEBAB MESTI ANAK DI BAWAH KE PANTAI

  “Bosanlah asyik bawa anak pergi jalan dekat mall je. Duit pun banyak habis. Tapi, mana lagi nak bawa budak-budak ni jalan ye…”
Walaupun dah macam-macam tempat menarik yang dibina sekarang, namun tak dinafikan bahawa pantai adalah salah satu keindahan semulajadi yang memiliki seribu satu keistimewaan tersendiri.
Malah, terdapat kajian saintifik yang mengaitkan bagaimana persekitaran pantai mampu mempengaruhi kesihatan serta otak manusia.

Kalau tahu 5 sebab di bawah ini, mesti anda akan lebih kerap bawa anak bersiar-siar di pantai!"
 
 5 KELEBIHAN UNIK YANG ANAK-ANAK AKAN DAPAT BILA KE PANTAI


1. MANFAAT ‘BERKAKI AYAM’

Tahukah anda, berjalan tanpa kasut dan selipar atau ‘berkaki ayam’ telah terbukti meningkatkan tahap kesihatan tubuh dan minda seseorang. Ini adalah kerana di bahagian tapak kaki kita terletaknya begitu banyak saraf dan titik acupunture, di mana ia berfungsi menyerap cas-cas ion daripada pasir.
Budak-budak memang suka ‘berkaki ayam’ atau membenamkan kaki mereka di dalam pasir, bukan? Ada yang suka tanam satu badan terus ke dalam pasir sambil membuat bentuk-bentuk yang melucukan. Rasa sensasi daripada pasir ini bukan saja memberi rasa selesa, tetapi rupanya ia juga memberi banyak manfaat positif dari sudut kesihatan.

2. KEBAIKAN BAYU LAUT

Bayu laut yang kaya dengan garam mineral juga memiliki ion-ion yang dipercayai mampu mencetuskan efek anti-depressant kepada otak. Hasilnya, seseorang akan berasa lebih tenang dan ceria.
Tengok saja anak-anak kita hampir seharian berada dalam bangunan, sesekali dibawa hirup udara segar tentu mereka seronok. Asyik ‘terperuk’ saja. Dalam sebuah survey yang dijalankan di United Kingdom pada tahun 2016, anak-anak didapati meluangkan kurang masa di luar berbanding banduan di penjara. Kasihan, kan? Namun itulah realitinya di zaman ini. Malah di Malaysia pun mungkin tak banyak bezanya juga.

3. MENGHILANGKAN STRES

Jangan ingat orang dewasa saja yang stres. Anak kecil pun boleh stres tau. Dan yang sedihnya, kadar stres di kalangan kanak-kanak semakin meningkat dari hari ke hari.
Apabila bawa anak ke pantai, dengan melihat warna biru laut saja boleh membuat mereka berasa lebih relaks. Malah kajian mendapati tubuh kita akan melepaskan hormon serotonin (hormon gembira) sebaik saja kita memandang ke arah pantai.
Di samping itu, deruan ombak yang berulang kali menghempas gigi pantai bukan saja membuat anak-anak melompat kegirangan, tapi irama ini juga sebenarnya mampu memberi kesan meditasi yang terbukti dapat memulihkan tenaga, menghilangkan stres serta menguatkan otak.

4. IANYA SENAMAN YANG MENYERONOKKAN!

Bila anak bebas berlari di pantai, bermain air dan melompat sana sini, dah tentu ia menjadi satu bentuk senaman yang menyihatkan. Di hari-hari biasa, ibu ayah sibuk bekerja, anak-anak pula bersekolah dan jadual mereka juga sarat dengan pelbagai aktiviti ko-kurikulum.
Asyik tengok TV dan main gajet dalam rumah saja, bahaya juga. Sesekali, dapatlah keluarkan peluh dan belajar berpanas. Malah, menurut HealthFacts.com, hanya 10 minit di bawah pancaran matahari sudah cukup untuk keperluan Vitamin D harian kita. Bukan selalu dapat beriadah dengan semua ahli keluarga, kan?

5. ANAK DAPAT TIDUR MALAM YANG LEBIH BAIK

Dengan meluangkan hanya beberapa jam di pantai, seseorang akan mendapatkan semua kesan positif pada mental dan fizikal mereka seperti yang dinyatakan di atas. Maka, tak hairanlah pada waktu malamnya pula mereka akan mendapat tidur yang lebih berkualiti.
Sebab itulah doktor turut mengesyorkan penghidap insomnia agar berjalan-jalan di pantai. Ini kerana ia membantu mengatasi 3 faktor yang menghalang seseorang untuk tidur lena iaitu kerisauan / stres, keletihan yang melampau, dan paras hormon yang tidak seimbang.
IBU BAPA PUN TUMPANG SERONOK
Sebuah kajian pada tahun 2012 oleh University of Exeter Medical School mendapati bahawa tinggal berdekatan dengan pantai mampu meningkatkan kesihatan mental serta psikologi yang positif. Tapi, kalau nak beli sebuah rumah di tepi pantai mungkin susah.
Jadi, apa kata bawa anak-anak dan keluarga berhujung minggu di tepi pantai dengan lebih kerap? Bukan anak-anak saja, kita pun akan rasa lebih segar dan ceria!

KEMULIAAN PARA PENGHAFAL AL-QUR'AN DUNIA DAN AKHIRAT

Hasil gambar untuk gambar al quran terbagus 

Definisi Al-Qur'an 

 AL-QUR’AN adalah kalamullah yang agung lagi tinggi, yang patut diagungkan dan ditinggikan. Al Qur’an adalah sebaik-baiknya bacaan yang mampu mengguncangkan hati bila diresapi dan dipahami. Al Qur’an adalah kekasih; selalu ingin didekatnya dan tak ingin menjauh darinya. Kekasih yang akan mampu memberi syafaat di alam akhirat nanti, itulah dia; Al Qur’an.

Sesungguhnya Al Qur’an akan terus terjaga meski banyak musuh yang ingin meleburnya. Al Qur’an akan terus terlindungi meski musuh ‘kan selalu membenci isi di dalamnya. Al Qur’an ‘kan selalu suci, selalu tinggi, selalu terpuji, mulia tiada terkira, karena sang penjaga adalah Sang Pencipta.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami pula yang benar-benar akan memeliharanya,” (QS. Al-Hijr : 9)

Manfaat Pengahafal Al-Qur'an


Alhamdulillah
Pertama:
Sesungguhnya menghafal Al-Qur’an itu adalah ibadah, dimana pelakunya mengharapkan wajah dan pahala Allah di akhirat. Tanpa niatan ini, dia tidak akan mendapatkan pahala bahkan akan disiksa karena memalingkan ibadah ini ke selain Allah Azza Wajalla.
Seharusnya penghafal Qur’an jangan meniatkan dalam hafalannya manfaat dunia yang dihasilkan karena hafalannya bukan barang dagangan yang dijadikan bisnis di dunia. Bahkan ia adalah ibadah yang dipersembahkan di sisi Tuhannya Tabaroka wa ta’ala. Allah telah memberikan kekhususan kepada penghafal Qur’an dengan beberapa kekhususan di dunia dan di akhirat, diantaranya:
1.      Bahwa dia didahulukan daripada yang lainnya dalam shalat sebagai imam. Dari Abu Mas’ud Al-Ansori berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: 
" يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم بالسنة فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة فإن كانوا في الهجرة سواء فأقدمهم سلما ولا يؤمن الرجل الرجل في سلطانه ولا يقعد في بيته على تكرمته إلا بإذنه. رواه مسلم (673)
“Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling banyak hafalan Kitab Allah. kalau dalam bacaan (hafalan) itu sama, maka yang lebih mengetahui sunnah. Kalau dalam sunah sama, maka yang paling dahulu hijrahnya. Kalau dalam hijrahnya sama, maka yang paling dahulu masuk Islam. Dan jangan seseorang menjadi Imam atas saudaranya dalam kekuasaannya. Dan jangan duduk di tempat duduk khusus di rumahnya kecuali atas seizinnya. HR. Muslim, 673.
Dari Abdullah bin Umar berkata, “Ketika generasi pertama dari kalangan orang-orang Muhajirin di temapat Quba’ sebelum kedatangan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, yang menjadi imam mereka adalah Salim budak Abu Huzaifah dimana beliau paling banyak (hafalan) Qur’an.” HR. Bukhori, (660).
2.      Beliau didahulukan atas lainnya dalam kuburan dihadapkan ke kiblat kalau mengharuskan dikubur bersama lainnya. Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu nahuma berkata: 
كان النَّبي صلى الله عليه وسلم يجمع بين الرجلين من قتلى " أحد " في ثوب واحد ثم يقول : أيهم أكثر أخذاً للقرآن ؟ فإذا أشير له إلى أحدهما قدَّمه في اللحد وقال : أنا شهيد على هؤلاء يوم القيامة وأمر بدفنهم في دمائهم ولم يغسلوا ولم يصل عليهم. رواه البخاري (1278)
“Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengumpulkan dua orang yang wafat pada ‘Perang Uhud’ dalam satu baju kemudian beliau bersabda, “Siapa diantara mereka yang paling banyak mengambil Qur’an? Ketika ditunjuk salah satunya, maka beliau dahulukan ke dalam liang lahad. Seraya bersabda, “Saya menjadi saksi untuk mereka di hari kiamat. Dan beliau memerintahkan untuk menguburkan dengan darahnya tanpa dimandikan dan tanpa dishalati.” HR. Bukhori, (1278).
3.      Didahulukan dalam kepemimpinan kalau dia mampu mengembannya. Dari Amir bin Wailah sesungguhnya Nafi’ bin Abdul Harits bertemu dengan Umar di Asfan. Dimana dahulu Umar telah mengangkatnya di Mekkah. Maka beliau mengatakan, “Siapa yang anda angkat untuk penduduk wadi (Mekkah)? Maka dia menjawab, “Ibnu Abza? (Umar) bertanya, “Siapa Ibnu Abza? Dijawab, “Diantara budak-budak kami. Berkata, “Apakah anda angkat untuk mereka seorang budak? Dijawab, “Beliau pembaca (penghafal) Kitab Allah Azza Wajalla dan beliau pandai dalam bidang ilmu Faroid (ilmu warisan). Maka Umar mengatakan, “Maka sesungguhnya Nabi kamu semua sallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Kitab ini suatu kaum dan merendahkan kaum lainnya.” HR. Muslim, 817.
Sementara di akhirat:
4.      Kedudukan penghafal Qur’an adalah di akhir ayat yang dihafalkannya. Dari Abdullah bin Amr dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
" يقال لصاحب القرآن : اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرأ بها "
 رواه الترمذي (2914) و قال : هذا حديث حسن صحيح ، وقال الألباني في " صحيح الترمذي برقم (2329) : حسن صحيح ، وأبو داود (1464) "
“Dikatakan kepada pemilik Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta bacalah secara tartil. Sebagaimana anda membaca tartil di dunia. Karena kedudukan anda di ayat terakhir yang anda baca.” HR. Tirimizi, (2914) dan berkomentar: Hadits ini Hasan Shoheh. Albani mengomentari di Shoheh Tirmizi no. 2329 Hasan Shoheh. Abu Dawud, (1464.
Maksud bacaan disini adalah mengahafalkan.
5.      Dia bersama para Malaikat sebagai teman di rumahnya. Dari Aisyah radhiallahu anha dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مثل الذي يقرأ القرآن وهو حافظ له مع السفرة الكرام البررة ومثل الذي يقرأ وهو يتعاهده وهو عليه شديد فله أجران. رواه البخاري (4653) و مسلم (798)
“Perumpamaan orang yang membaca Qur’an sementara dia telah menghafalkannya. Maka bersama para Malaikat yang mulia. Dan perumpamaan yang membaca dalam kondisi berusaha keras (belajar membacanya) maka dia mendapatkn dua pahala.’ HR. Bukhori, 4653 dan Muslim, 798.
6.      Dia akan diberi mahkota kemulyaan dan gelang kemulyaan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alahi wa sallam bersabda:
: يجيء القرآن يوم القيامة فيقول : يا رب حلِّه ، فيلبس تاج الكرامة ثم يقول : يا رب زِدْه ، فيلبس حلة الكرامة ، ثم يقول : يا رب ارض عنه فيرضى عنه ، فيقال له: اقرأ وارق وتزاد بكل آية حسنة " . رواه الترمذي ( 2915 ) وقال : هذا حديث حسن صحيح ، وقال الألباني في " صحيح الترمذي " برقم ( 2328 ) : حسن .
“Qur’an datang pada hari kiamat dan mengatakan, “Wahai Tuhan, pakaikanlah. Maka dia memakai mahkota karomah (kemulyaan) kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, tambahkanlah dia. Maka dia memakai gelang karomah (kemulyaan). Kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, redoilah dia, maka (Allah) meredoinya. Dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah. Ditambah setiap ayat suatu kebaikan.” HR. Tirmizi, (2915) dan mengatakan, “Hadits ini Hasan Shoheh. Albani mengatakan di Shoheh Tirmizi, no. 2328. Hasan.
7.      Qur’an akan memberikan syafaat kepadanya di sisi Tuhannya. Dari Abu Umamah Al-Bahili berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: 
اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه اقرءوا الزهراوين البقرة وسورة آل عمران فإنهما تأتيان يوم القيامة كأنهما غمامتان أو كأنهما غيايتان أو كأنهما فرقان من طير صواف تحاجان عن أصحابهما اقرءوا سورة البقرة فإن أخذها بركة وتركها حسرة ولا تستطيعها البطلة قال معاوية بلغني أن البطلة السحرة. رواه مسلم (804) و البخاري معلقا
“Bacalah Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat menjadi syafaat kepada pemiliknya. Bacalah Zahrawain (dua cahaya) surat Al-Baqarah dan Surat Ali Imran. Karena keduanya akan datang pada hari kiamat seperti mendung atau seperti awan atau seperti dua kelompok dari burung yang berbulu (membantu) menghalangi untuk pemiliknya. Bacalah surat Al-Baqarah, karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya suatu kerugian. Dan (tukang sihir) tidak dapat (mengganggunya). Muawiyah mengatakan, sampai kepadaku bahwa arti ‘Batolah ‘ adalah tukang sihir. HR. Muslim, (804) dan Bukhori secara menggantung.
Kedua:
Sementara kerabat dan keturunannya. Telah ada dalil terkait kedua orang tuanya, keduanya akan dipakaikan dua gelang dimana (nilainya) tidak dapat menyamai dunia seisinya. Hal itu tiada lain karena perhatian dan pengajaran kepada anaknya. Meskipun keduanya tidak faham, maka Allah memulyakan keduanya karena anaknya. Sementara orang yang menghalangi anaknya dari (belajar) Qur’an dan melarang darinya, maka ini termasuk tidak mendapatkan ( kebaikan).
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah sallallahu alahi wa sallam bersabda:
يجيء القرآن يوم القيامة كالرجل الشاحب يقول لصاحبه : هل تعرفني ؟ أنا الذي كنتُ أُسهر ليلك وأظمئ هواجرك ، وإن كل تاجر من وراء تجارته وأنا لك اليوم من وراء كل تاجر فيعطى الملك بيمينه والخلد بشماله ويوضع على رأسه تاج الوقار ، ويُكسى والداه حلَّتين لا تقوم لهما الدنيا وما فيها ، فيقولان : يا رب أنى لنا هذا ؟ فيقال لهما : بتعليم ولدكما القرآن. رواه الطبراني في " الأوسط " ( 6 / 51 
“Al-Qur’an datang pada hari kiamat seperti lelaki pucat, menanyakan kepada pemiliknya, “Apakah kamu mengenaliku? Saya yang dahulu dimana saya begadang malam hari dan (menahan) dalam kehausan. Sesungguhnya setiap pedagang dibelakang ada perniagaannya. Dan saya sekarang untuk anda dibelakang semua pedagang. Dan diberikan kerajaan (Malik) dikananya dan Khuldi (kekal) di kirinya serta ditaruh di atas kepalanya mahkota wiqor. Dipakaikan untuk kedua orang tuanya dua gelang yang tidak ada (bandingan) nilainya dunia dan seisinya. Keduanya mengatakan,”Wahai Tuhan, dari manakah ini? Dikatakan kepada keduanya, “Karena hasil pengajaran Al-Qur’an kepada anak anda berdua.” HR. Tobroni, di Ausath, (6/51).
Dari Buraidah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن. رواه الحاكم (1/756)
“Siapa yang membaca Qur’an, belajar dan mengamalkannya. Maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya, cahayanya seperti pancaran cahaya matahari. Dipakaikan dua gelang untuk orang tuanya dimana tidak dapat dibandingkan dengan dunia seisinya. Kedua berkata, “Kenapa kita dipakaikan ini? Dikatakan, “Karena  kedua anak anda mengambil Qur’an.” HR. Hakim, (1/756).
Kedua hadits dapat menghasankan satu dengan lainnya. Silahkan melihat ‘Silsilah Shohehah, (2829).
Wallahu a’lam .


Syekh Muhammaad Sholeh Al-Munajid


 

 

Selasa, 24 Juli 2018

DEFINISI PONDOK PESANTREN

Hasil gambar untuk pondok pesantrenPesantren

 Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.[1]. Pondok Pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian. Pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri, sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana terbuat dari bambu. Di samping itu, kata pondok mungkin berasal dari Bahasa Arab Funduq yang berarti asrama atau hotel. Di Jawa termasuk Sunda dan Madura umumnya digunakan istilah pondok dan pesantren, sedang di Aceh dikenal dengan Istilah dayah atau rangkang atau menuasa, sedangkan di Minangkabau disebut surau.[2] Pesantren juga dapat dipahami sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal, di mana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren.

Sejarah umum

 Umumnya, suatu pondok pesantren berawal dari adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya.[4] Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai. Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri. Kyai saat itu belum memberikan perhatian terhadap tempat-tempat yang didiami oleh para santri, yang umumnya sangat kecil dan sederhana. Mereka menempati sebuah gedung atau rumah kecil yang mereka dirikan sendiri di sekitar rumah kyai. Semakin banyak jumlah santri, semakin bertambah pula gubug yang didirikan. Para santri selanjutnya memopulerkan keberadaan pondok pesantren tersebut, sehingga menjadi terkenal ke mana-mana, contohnya seperti pada pondok-pondok yang timbul pada zaman Walisongo.

Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudian dikenal dengan nama Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan Howard M. Federspiel- salah seorang pengkaji keislaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di Aceh (pesantren disebut dengan nama Dayah di Aceh) dan Palembang (Sumatera), di Jawa Timur dan di Gowa (Sulawesi) telah menghasilkan tulisan-tulisan penting dan telah menarik santri untuk belajar.

5 Makanan Indonesia Yang Paling Pupoler

Sebagai warga negara Indonesia, kita sepatutnya berbangga bahwa negara ini diberi kekayaan yang berlimpah. Entah itu kekayaan sumber daya al...